Cerita Misteri Penghuni Istana Bogor

TAK hanya bunyi dan suara aneh yang membuat tidak kerasan, tapi juga bayangan makhluk besar yang sering muncul di malam hari. Akibatnya, konon istri guru tersebut mengalami gangguan pikiran.
Herannya, setelah mereka pindah ke kota lain, sang istri pun sembuh. Pada tahun 1990 rumah hantu itu berpindah ke tangan Ibnu Sujak yang hingga kini memanfaatkanya hanya sebagai gudang beras.
“Saya memang belum pernah melihat langsung wujudnya, tapi sering kali saya tiba-tiba merasa takut atau mendengar bunyi serupa desir angin,” ujar Pak Ibnu yang hanya sekali sehari masuk ke dalam rumah itu untuk membenahinya.
Namun di malam hari, para tetangga mengaku sering mendengar suara Pak Ibnu sedang berbincang-bincang di rumah gudang itu, bahkan melalui pintu yang terbuka tampak Pak Ibnu sedang menyapu atau sekadar duduk-duduk di teras. Padahal pada saat yang sama Pak Ibnu asli sedang berada di rumah tinggalnya yang berjarak kurang lebih 200 m dan rumah angker itu.
“Memang repot bagaimana harus menjawab pertanyaan para tetangga. Kadang saya mengiakan saja, mengaku-aku semalam tidur di rumah tersebut.”
Karena keangkerannya, rumah itu sering dijadikan alat uji keberanian di antara sejumlah pemuda desa itu. Belum lama ini, menurut Pak Ibnu, ada pemuda yang menjajal tidur di rumah tersebut. Tapi Jamun, belum sampai tengah malam pemuda itu sudah lari terbirit-birit ketakutan, karena katanya ada angin berputar-putar yang mengangkat tubuhnya. Sepengetahuan Pak Ibnu, hantu penunggu rumah itu berdiam di kwia-kuda kayu atap rumah. “Karena kayu jati tersebut berasal dari sebuah tempat keramat di Imogiri,” jelasnya.
Ki Sutarno (40), paranormal dari Kotagede, membenarkan dugaan Pak Ibnu, “Malah bukan hanya kayu yang berasal dari petilasan keramat, tapi bisa juga pilar-pilar kayu dan pohon yang tumbuh di hutan-hutan angker dekat kuburan.”
Terlebih lagi rumah gudang tersebut sudah ama tidak dihuni. Roh halus gemar berdiam di tempat yang sepi, atau tempat jarang dihampiri si pemilik rumah. “Bisa saja kamar yang kosong, atap rumah, pohon di pekarangan jadi sarangnya.” Serupa pendapat Ki Sutarno, paranormal
Ki Nogoapus (37) menyebut selain senang berdiam di tempat-tempat yang sepi, sesungguhnya roh dapat berdiam di segala tempat. Karena keberadaannya tidak terikat oleh ruang. Jadi dinding rumah atau benda apa pun bisa tertembus oleh roh.
Pendapat tersebut sesuai benar dengan kisah yang diceritakan oleh Prof. Dr. James Danardjaja, antropolog dan ahli folklor. Kisah tersebut dialami salah seorang yang mengikuti penataran suatu ketika di Istana Bogor yang jarang dihuni.
Alkisah ada peserta penataran yang senang usil. Sewaktu melihat sebuah patung perunggu berujud wanita tanpa
busana, dengan tertawa-tawa ia meletakkan bulu-bulu wol, rontokaan dari karpet di bagian terlarang patung tersebut. Namun esok harinya ia terperanjat sewaktu menemukan bulu-bulu serupa ada di kantung celananya. Karena menganggap ada orang yang sedang menjailinya, maka ia segera memberi komentar yang tak patut.
Sampailah pada saat makan , tanpa sebab yang jelas ia tersedak , hingga terbatuk-batuk. Anehnya begitu dikeluarkan dari tenggorakan yang tertelan adalah bulu-bulu karpet. Bukannya kapok, ia malah menantang “ siapa pun “ yang mengganggunya.
Benar saja pada malam hari terdengar ia berteriak-teriak ketakutan. Menurut pengakuannya, ia akan diterkam makhluk yang sangat mengerikan. Ibu Hartini Soekarno pun membenarkan bahwa di istana Bogor ada “ penghuninya “.
Ia pernah melihat seorang tamu yang “bersifat” saat memasuki Ruang Raja yang sering kali dianggap angker.

0 comments