sopo se dalange ELEX YO BEN (EYB)


ELEX YO BEN adalah nama duet kolaborasi dua orang SUTRADARA / DIRECTOR muda yang selama ini terbiasa bekerjasama dalam sejumlah project utamanya music dan film indie. Mereka adalah DIONYS DHEWANINDRA ( Film and Video Director ) dan RHINDRA SUSPA ( Music Director ) . Kolaborasi ini melahirkan sebuah project album video music yang terdiri dari 10 materi klip dan diberi tajuk GENDING BEJAD.



Keseluruhan project GENDINK BEJAD selama ini cukup dilakukan oleh mereka berdua dengan pembagian tugas RHINDRA SUSPA melakukan penciptaan music sekaligus sebagai player BASS, LEAD GUITAR, SYNTHESIZER, LOOP dan DIGITAL SOUND, SOUND RECORDING, MIXING hingga MASTERING juga dilakukan olehnya.


DIONYS DHEWANINDRA sendiri bertugas sebagai pembuat LYRIC, NOTASI LAGU, RHYTEM, sekaligus menjadi VOCALIS ( Lead voc/growl/sufi voice/distrub/ All Choir/ Rap, dsb). PENYUTRADARAAN keseluruhan VIDEO KLIP ELEX YO BAND berikut ARTISTIC, VIDEO EDITOR dan VISUAL EFFECT dia pula yang mengerjakan.



Dari markas mereka di DINDA ENTERTAINMENT – Independent Production and Distribution - Rhindra dan Dion menggerakkan management GENDING BEJAD secara gerilya.


PROJECT PROFILE



Semenjak mengibarkan bendera DINDA ENTERTAINMENT – Independent Production and Distribution bersama kawan-kawan seperjuangan lainnya di tahun 2005, DION dan RHINDRA secara otomatis sering berkolaborasi dalam mengerjakan sejumlah project music, video klip maupun film.



Ditengah kesibukan yang bertumpuk-tumpuk , keduanya kemudian secara iseng membuat beberapa komposisi music sebagai penghilang rasa stress di studio.

Yang lahir justru akhirnya adalah beberapa komposisi eksplorasi . Di dalamnya secara tidak sengaja masuk berbagai unsur seperti hip metal, pop rock, rock n roll, progresif, gothic, music sufi, dangdut, bahkan tembang jawa.

Meski cenderung eksperiment, keduanya tetap menjaga harmonisasi dan easy listening mengingat pada hakekatnya music akan di dengar banyak orang dari berbagai pemahaman dan latar belakang.



Tema dan lirik lagu dibuat seringan mungkin dengan cara storycal/bercerita. Rata-rata berisi tentang sejumlah kejadian yang sifatnya remeh temeh. Tujuannya adalah agar tidak terlalu membebani pendengar. Namun demikian apa yang diceritakan dalam lagu tersebut justru yang sering tidak terpikirkan oleh banyak orang/musisi untuk dijadikan lagu.


Keseluruhan music dikerjakan secara multimedia berikut perangkat digital lainnya di STUDIO DINDA ENTERTAINMENT, markas mereka.

Dari yang bersifat iseng kemudian menjadi serius untuk melahitrkannya dalam sebuah album. Maka judul album GENDING BEJAD diambil untuk menunjukkan bahwa komposisi dalam materi lagu tidak mengikuti aturan atau patron-patron yang ada selama ini.




Sementara ELEX YO BEN diambil sebagai nama project keduanya.

ELEX YO BEN dalam bahasa Jawa artinya adalah “ JELEK YA BIARIN “ namun bisa juga diartikan “ELECTRONIC BAND“ mengingat keduanya bereksplorasi dengan Perangkat Electronic dan Multimedia.

Uniknya album GENDING BEJAD dikeluarkan dalam format audio visual (VCD) yang berisi 10 materi video klip berikut behind the scene/proses dibelakang layar selama pembuatan album berlangsung. CD Audio hanya disediakan terbatas dan hanya berdasarkan pemesanan khusus saja.



link@http://elexyoben.wordpress.com/

0 comments