Cara Yogyakarta Menghibur Music Maniacs


2 May 2009 Yogyakarta menjadi salah satu kota yang menjadi sorotan sendiri di mata industri permusikan Indonesia. Bukan cuma Yogyakarta, kota-kota di sekitarnya, seperti Sragen, Solo, Semarang, dan Pekalongan terkena imbas dari perkembangan musik yang begitu rupa. Jawa bagian tengah punya wajah sendiri untuk musik mereka, dan coba ditunjukkan lewat perwakilannya yang tembus ke babak final A Mild Live Wanted 2009 regional Jawa Tengah di Stadion Kridosono, Sabtu (02/05).

Musik yang mendominasi panggung tidak monoton dengan alunan nada-nada pop atau rock yang biasa saja. Di sini mayoritas tidak biasa, pop yang coba ditunjukkan oleh para finalis bukanlah pop yang biasa kita lihat di layar televisi, tapi sedikit nyeleneh. Tidak ada salahnya perpaduan pop itu dicampur adukkan dengan gaya rock n roll, rock, elektronik, atau bahkan disko, karena tujuannya tetap sama, bisa dinikmati dengan mudah dan menghibur. Yah, Yogyakarta punya gaya sendiri soal urusan panggung.

Setelah minggu lalu di Bandung kita dipersilahkan menikmati indahnya vokal-vokal dominasi wanita, kali ini kita masih bisa sedikit menikmati itu. Selain itu, kita juga menemukan beberapa gaya yang hampir serupa, dengan vokalis merangkap sebagai gitaris inti. Soal memanjakan mata, atribut panggung yang dibawa finalis bisa menjadi gimmick yang rupawan dalam menyedot perhatian, salah satunya dengan kostum yang mencolok.

"Jujur saja kalau soal penampilan perempuan Bandung lebih bagus, tapi untuk penampilan lainnya seperti vokalis yang merangkap gitar, atau juga musik yang beda, dan hiburan panggung, belum ada yang mengalahkan Yogyakarta," kata Capung selaku ketua dewan juri A Mild Live Wanted 2009. Benar apa yang dikatakan Capung, Yogyakarta punya segudang cara dalam memanjakan music maniacs yang hadir.

Tidak salah juga kalau Capung mengatakan kalau Yogyakarta itu adalah salah satu barometer musik di Indonesia. Banyak musik baru yang berkembang di Yogyakarta yang tidak bisa dipandang sebelah mata. "Bandung dan Jakarta memang kadang dilihat orang sebagai salah satu acuannya. Tapi jangan salah, Yogyakarta baik scene indie maupun mayor-nya punya kekuatan lain, yang kalau kita sandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia tidak kalah menarik, karena mereka punya gaya sendiri," tutup Capung. (ip)

0 comments