9/06/2009

CARA PROMOSI BAND INDIE#2

BUAT APA YANG ANDA TAWARKAN BEDA
Sudah bukan hal yang ajaib jika anda terlempar saat perang media terjadi. Itu biasa bro. Infotainment adalah dunia sadis yang perkembangan beritanya gila-gilaan. Tapi masak kita mau nyerah gitu aja ? Pulang nangis dan netek lagi ke papa mama ? Weleh, mending berhenti jadi musisi aja bro. Jualan pulsa, itu lebih menjanjikan kok kayaknya. Lantas gimana dong ? Hajar terus ! Modal awalnya adalah : Anda harus tahu dan yakin bahwa apa yang anda tawarkan beda. Kalau menurut anda sama aja sama ST 12 ya bikin yang beda dong. Kalo menurut anda kok malah mirip sama Hijau Daun ya bikin yang lain dong (buset, contoh saya band-band ber-not melayu semua). Kalau anda sudah merasa beda, jangan kuatir, anda akan mudah sekali muncul ke permukaan. Ke-beda-an anda akan membuat orang-orang gatal untuk mengetahui karya anda, memeriksa CD anda, membaca profil atau menyetel VCD dokumentasi pertunjukan anda.
IMING-IMING BIN DOOR PRICE DI TIAP PERTUNJUKAN ANDA
Yang ini wajib hukumnya. Selalu berusahalah menambah fans dengan cara-cara yang bersifat iming-iming. Buatlah sesering mungkin door price dalam pertunjukan-pertunjukan anda. EYB selalu melakukan ini di sela-sela performance, bagi-bagi paket VCD dan CD album pada para fans lewat sejumlah games atau kuis. Berikan orang-orang berbagai kemudahan dalam mengenal musik anda lebih jauh. Jangan belum-belum sudah itung-itungan kayak rentenir. Belum-belum sudah mendapat predikat kapitalis. Yah, repot dah kalo baru mulai aja dah kayak gini.
BIKIN BRANDING DISANA-SINI
Sepertinya yang ini sudah merupakan hal yang biasa dan banyak di ketahui. Branding itu membuat nama band kita jadi makin familiar di telinga orang. Mereka akan bilang “ wah, kayaknya gw kenal nih sama band ini, tapi dimana ya ?” Hem, padahal mereka tidak sadar kalo dulunya, mereka pernah membaca stiker bertuliskan ELEX YO BEN di mobil-mobil angkot.  Yup, begitulah. Intinya bikinlah stiker sebanyak-banyaknya, bikinlah kaos sebanyak-banyaknya, bikinlah sablonan di cangkir sebanyak-banyaknya. Kalo perlu buka counter tattoo gratis khusus tulisan nama band anda. Tatto boleh di pasang di lengan, di jidat ataupun di pantat.
BIKIN DATABASE KONTAK
Kelemahan orang Indonesia itu adalah dalam hal pendokumentasian. Bahayanya jika yang “tidak di dokumentasikan” itu adalah kontak person. Yah, mungkin saat butuh kontak yang dimaksud anda tinggal bertanya pada Shang Dewa Google, tapi bagaimana jika kontak tersebut tidak ada disana? Loh, kok bisa ? Mbah google kan mahluk ajaib? Ya bisa sajalah, bisa jadi yang sedang anda cari adalah nomer HPnya tukang ojek super cepat depan rumah yang mampu mengantarkan anda di lokasi pertunjukan tanpa terjebak macet. Jangan sampai masalah sepele ini membuat anda tidak nampak professional di mata panitia pertunjukan. Bisa juga kontak person tersebut terdiri dari kenalan-kenalan anda di jalan, kampus, kereta bahkan pos ronda. Entah berapa persen dari mereka pasti sangat berguna bagi usaha promosi tersebut. Ingatlah prinsip multilevel marketing. Minimalnya : bibir mereka layak diperhitungkan sebagai penyebar gossip paling mujarab.

sumber: http://elexyoben.wordpress.com
READ MORE - CARA PROMOSI BAND INDIE#2

CARA PROMOSI BAND INDIE #1

Buat musisi-musisi berduit sepertinya menyewa seorang Public Relation (PR) atau para ahli jualan lainnya tentu bukanlah hal yang sulit, tapi bagaimana dengan yang isi kantongnya cuma kuat buat beli lontong opor ? Situs bule “about.com” menganjurkan pada para musisi untuk melakukan hal-hal di bawah ini :

IDENTIFIKASIKAN TUJUAN PROMOSI

Jangan berusaha mempromosikan hal yang terlalu banyak, besar dan serba sekaligus. Itu akan meyulitkan konsentrasi promosi.

Hem, anjuran itu masuk akal juga sih, sebab dengan demikian, tujuan promosi menjadi tidak focus. Biasanya para musisi terjebak untuk berusaha mempromosikan tiga hal secara bersamaan yakni :

    * Penjualan Album
    * Pertunjukan
    * Situs sebagai “kantor band”

About.com sepertinya menganjurkan bahwa sebaiknya yang jadi “modal awal” promosi adalah situs terlebih dahulu. Giring public ke situs anda. Dengan demikian public akan meluncur langsung ke TKP untuk tahu lebih banyak tentang anda dan produk-produk musik anda.

IDENTIFIKASIKAN AUDIENS MUSIK ANDA

Anda tentukan sendiri kira-kira musik anda itu di sukai siapa. Jangan selalu menganggap musik anda itu di minati tiap orang. Semakin jelas siapa konsumen musik anda , maka akan semakin membantu anda dalam mempersiapkan pertunjukan. Akan semakin simple lagi kerja anda jika anda punya grup fesbuk atau mailing list, sebab berbagai informasi yang anda sebarkan bakalan to the point dan tidak beredar sia-sia.

Kalo anda punya team yang militant, anda bisa bagi grup itu berdasarkan letak kota. Misalkan : GERILYAWAN EYB YOGYA, GERILYAWAN EYB JAKARTA, GERILYAWAN EYB DEPOK, dsb. Maksudnya adalah jika EYB manggung di Yogya, maka anda tak perlu habis-habisan promo di grup EYB Jakarta, biarkan yang di Jakarta sekedar mengetahui saja, sebaliknya gempur promo di grup Yogya sehebat mungkin.

MEMBUAT PAKET PROMO

Biar gampang, saya sebut saja “proposal”. Proposal itu terdiri dari dari lampiran-lampiran sbb :

    * Semacam kliping atau pemberitaan tentang band anda (dari Koran atau situs)
    * Profil singkat band
    * CD demo
    * VCD klip atau dokumentasi pertunjukan musik anda
    * Alamat markas, telpon dan email aktif anda
    * Photo-photo terbaru atau link situs dimana yang berkepentingan bisa mendownloadnya



sumber : http://elexyoben.wordpress.com
READ MORE - CARA PROMOSI BAND INDIE #1

WAPRESS BULUNGAN : MUSIK DAN PUISI RENDRA

Silakan ramai-ramai datang.
Ada orang beken dan bening baca puisi: Todung Mulya Lubis & Happy Salma, dll. Ada band keren main akustikan: Tika & The Diddisents, KJP dan Glen Fredly yang akan khusus nyanyi ‘Kesaksian’ dengan gitar bolong. Ada pengamat musik dan putri kesayangan Rendra bicara Rendra: Denny Sakrie dan Clara Sinta

“Pembangunan Dalam mata Puisi  Rendra”
Cicak membaca puisi Rendra di PaSar MaLam

Willibrordus Surendra Broto Rendra atau populer dengan nama W.S.
Rendra sampai hari ini dan kapanpun tetap seorang tokoh, tetap menjadi
pokok meski waktu telah menjemputnya pada 6 Agustus 2009 lalu. Meski
hanya lewat pagelaran sederhana, Sastra Reboan #18 akan mengenangnya
lewat pembacaan puisi, musikalisasi dan perbincangan tentang seorang
W.S..Rendra pada Rabu, 9 September 2009 di Warung Apresiasi (Wapres)
Bulungan, Jakarta Selatan.

Masyarakat tetap mengingat puisi-puisi Rendra yang kental dengan
kritik untuk rezim kekuasaan, birokratisasi, kapitalisme, globalisasi,
dan praktik-praktik hidup membelenggu. Sebagai penyair, ia tak sungkan
memasuki ranah sosial dan politik dengan puisi. Si Burung Merak ini
menyajikan puisi-puisi kontroversial tentang protes terhadap
pembangunanisme, kebobrokan pendidikan, diskriminasi sosial, kuasa
pasar dan negara, komodifikasi tradisi, dan marginalisasi kaum lemah.

Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar MaLam) sebagai penyelenggara Sastra
Reboan dalam pagelaran ke 18 kali ini bekerjasama sama dengan Cicak
(Cinta Indonesia, Cinta KPK), sebuah organisasi yang bergerak untuk
memerangi korupsi yang digawangi beberapa aktivis LSM, jurnalis dan
musisi.

Lewat tema “Pembangunan Dalam Mata Puisi Rendra” Sastra Reboan#18 akan
menampilkan para pecinta sastra dan musisi seperti Happy Salma, Todung
Mulya Lubis, Denny Sakrie, Band Rel, TIka & Dissident, KJP (Kadri
Jimmo The Princes of Rhytm), Glen Fredly, Ilenk Rembulan, Jodhi
Yudhono, Kirana Kejora dan violis cilik Fachry. Selain itu, Clara
Sinta yang dikenal sebagai artis akan bertutur tentang sisi kehidupan
Rendra, ayahnya.
Seperti biasa, acara yang dipandu oleh MC Budhi Setyawan dan Nurul
Wardah ini dimulai pukul 19.00 wib gratis, terbuka bagi semua untuk
lebih mengenal sastra secara mudah, akrab dan sederhana.

RUNDOWN PASAR MALAM
09 September 2009
19.00 – 22.00 WIB

19.30 – 19.50      Band REL
19.50 – 19.55      Opening by MC
19.55 – 20.00      Sambutan pihak CICAK & PaSaR Malam
20.00 – 20.05      Ilenk Rembulan & M. Poetra
20.05 – 20.10      Todung Mulya Lubis
20.10 – 20.25      Denny Sakrie
20.25 – 20.35      Tika & The Dissidents
20.35 – 20.40      Kirana Kejora diiringi permainan biola oleh Fachry

20.40 – 20.45      Jodhi Yudhono

20.45 – 21.15      Clara Shinta berkisah Rendra dimoderatori oleh Jodhi Yudhono
21.15 – 21.20      Gita Pratama & Nisa
21.20 – 21.25      Happy Salma
21.25 – 21.35      Kadri Jimmo The Princes of Rhytm
21.35 – 21.45      Glen Fredly menyanyikan “Kesaksian”
21.45 – 21.50      Closing By MC

sumber : http://elexyoben.wordpress.com
READ MORE - WAPRESS BULUNGAN : MUSIK DAN PUISI RENDRA

about Mark Zuckerberg


Mark Elliot Zuckerberg (lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984; umur 25 tahun). Anak dari Edward dan Karen Zuckerberg. Ia adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Menjadi kaya di umurnya yang relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook di saat masih kuliah dengan bantuan teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Facebook.[3]

Forbes mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sekitar satu setengah miliar dolar Amerika.[4]

Awal tahun 2009 Mark Zuckerberg mendapat penghargaan Young Global Leaders.
READ MORE - about Mark Zuckerberg

Sejarah Facebook

Sejarah Facebook. Teman-teman semua pasti sudah kenal dengan facebook bukan?. Situs jejaring yang saat ini adalah yang terbesar di dunia. Saat ini hampir seluruh penduduk di dunia ini memiliki account facebook. Memang sih asyik ngefacebook atau istilah keren nge-FB. Tapi tahukah kamu sejarah facebook ini?. Menurut info yang didapat oleh aneka tips, Facebook ternyata diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard. Facebook awalnya hanya situs kemasiswaan di harvad sana. Tapi beberapa bulan kemudian ada permintaan dari mahasiswa lain untuk mendaftar ke facebook. Mark Zuckerberg pun mencari akal dan akhirya menemukan seorang yang bisa melakukan perluasan facebook.



Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya. Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana. Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.

Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.
READ MORE - Sejarah Facebook

Cara Pasang musik di Facebook


Cara Pasang musik di Facebook Cara Pasang musik di Facebook. Kalau kemarin aneka tips sudah membahas tentang tips facebook, yaitu cara nge-Hack facebook password (mudah-mudahan ga ada yang nyoba buat ngerjain orang lain ya heheehe). Sekarang ada tips yang lebih menarik lagi nih, yaitu bagaimana cara pasang atau memasang musik di facebook. Musik yang ditampilkan mirip dengan winamp dan akan terpampang di profil facebook kamu. Sangat menarik bukan?, saya yakin kamu ingin mencobanya. Cara pemasangannya sangat gampang dan mudah kok. Tentu langkah yang pertama kamu harus login dulu ke account facebook.



Setelah login, kunjungi salah satu aplikasi facebook yaitu http://apps.facebook.com/reverbnation.
READ MORE - Cara Pasang musik di Facebook

Soal Malaysia, Guruh Harapkan Indonesia Belajar

Ribut-ribut soal Malaysia yang 'merebut' kebudayaan kita, ditanggapi dengan tenang oleh Guruh Soekarno Putra  Seniman kondang tanah air ini berharap Indonesia lebih mencintai budaya sendiri agar tidak selalu kebakaran jenggot. Dia mencontohkan Jepang dan India, yang mencintai budayanya.
Dengan klaim kebudayaan dari negara lain, Guruh berpendapat bahwa seharusnya kita lebih bangga pada kebudayaan sendiri. Selain itu kita juga harus lebih arif menyikapi hal ini.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
"Kita harus bangga bahwa kebudayaan kita bisa memberi kontribusi pada peradaban dunia. Contoh kuliner, musik, olahraga. Indonesia banyak yang tidak arif ya, karena yang mereka lakukan itu di negaranya emang ada, kayak barongan, kalau di kita reog. Begitu pula lagu Rasa Sayange. Mau makanan Padang datang aja ke Malaysia, ada," terang putra presiden pertama RI ini saat ditemui di Jl. Mampang Prapatan X no.99, Sabtu (5/9).
Soal hak paten dari budaya kita, Guruh memberi contoh Jepang dan India, yang tak perlu repot-repot melakukan klaim. Baginya, daripada ribut-ribut lebih baik sekarang mengambil pelajarannya. "Kalau mau dipatenkan kita contoh seperti di negara Jepang, apakah Jepang mematenkan kimono, karate? Kan tidak. India juga tidak mematenkan kain sari. Kita kebakaran jenggot karena ulah kita sendiri. Makanya kita harus belajar," terangnya.
READ MORE - Soal Malaysia, Guruh Harapkan Indonesia Belajar

PASHA UNGU VS OKIE

(Okie Jalani Puasa Lebih Indah Tanpa Pasha)

 Dibanding tahun-tahun sebelumnya, puasa tahun ini dirasa lebih indah bagi Okie Agustina, justru di saat tanpa kehadiran Pasha. Saat disambangi di studio ANTV Cawang, (3/9), ibu tiga anak ini menyatakan puasa kali ini lebih nikmat, lebih tenang dan tak takut salah.
Pun begitu Okie tak bisa bohong kadang masih ada rasa kangen. "Tapi tidak mau dipusingin. Aku mau menikmatinya sama anak-anak," tutur Okie yang mengaku dulu selalu takut salah ngomong.
"Mereka sering nanyain ayahnya, tetapi dia kan ada di rumahnya," ungkap Okie. Terpenting baginya saat ini bagaimana caranya menikmati hidup. "Dia sudah bukan siapa-siapa gue, begitu juga gue, bukan siapa-siapa dia, sudah sendiri-sendiri," tandasnya.
Makanya Okie merasa lucu saja, kalau masih ada yang menanyakan soal gosip Pasha pada dia. "Itu bukan urusan gue lagi. Kami sudah tidak ada kontak lagi," tandasnya.
Kontak itu sendiri, kata Okie, terakhir sejak terjadinya peristiwa itu. Itu saat terakhir Okie bertemu mantan suaminya. "Karena tidak pernah ketemu, soal maaf-maafan di bulan Ramadhan, ya kita maaf-maafan sendiri-sendiri," pungkasnya.   (kpl/wwn/erl)
READ MORE - PASHA UNGU VS OKIE

Ganti Nama, Peterpan Berbagi Souvenir Emas

Ingin memajukan industri musik Indonesia, Peterpan pun meniru band luar. Bukan dari musikalitas, melainkan dari cara band mancanegara mengeluarkan merchandise. Dari situ mereka banyak belajar dan akhirnya memilih untuk membuat liontin atau perhiasan yang dijadikan sebagai souvenir kepada para penggemar setia.

"Di dalam perhiasan itu ada kata-kata, karena banyak orang yang bisa dibilang pecinta kata-kata. Nah, kita ingin mengimplementasikan dan ingin kita sebarkan," ungkap Ariel yang ditemui di Score Cafe, Citos, Jakarta Selatan, Senin (31/8).

Acara merilis kalung dan liontin ini merupakan kerja sama antara Peterpan dengan King Halim Jewelry. Acaranya juga bertepatan sebelum Peterpan berganti nama. Uniknya, souvenir yang cocok untuk dikenakan cewek dan cowok tersebut hanya diproduksi sebanyak 50 ribu dan memiliki berat sekitar 2 gram dengan kadar emas 42%, yang dipatok dengan harga Rp400 ribu.

Pembeli akan langsung mendapatkan sertifikat dengan nomor seri produk sebagai tanda keaslian emas ini. Pendistribusian juga hanya berlaku di toko emas yang menjalin kerja sama khusus dengan King Halim. Dan bagi fans Peterpan, bisa mendapatkan kalung limited edition ini secara gratis dengan melakukan registrasi di www.Peterpanbagibagikalungemas.com.

Alasan adanya kenang-kenangan ini dijelaskan Ariel adalah karena berbagai masukan dari fans dan teman-teman mereka. Banyak yang menganjurkan agar nama Peterpan bisa diabadikan sebelum hilang karena berganti nama. "Di sini saya berharap bisa membikin sesuatu yang bisa mengabadikan nama Peterpan. Jadi seperti emas yang nggak gampang hilang," terangnya.

Ariel juga mengatakan jika lirik lagu yang ada di liontin tidak menimbulkan masalah dengan para personel yang sudah keluar. Pasalnya yang dicatat hanya liriknya. "Mungkin dia dapat royalti dari nama Peterpan yang ada di situ," ujar Ariel. "Ya, kita kan jarang banget main satu tahun ini, jadi hal seperti ini bisa untuk mengingatkan kepada publik kalau kita masih ada meskipun nggak muncul dengan nyanyi. Jangan sampai kita nggak kelihatan, mereka kangen, jadi lupa," sambungnya.

Dan sebenarnya, lanjut Ariel, kenang-kenangan itu mau diberikan secara gratis untuk para penggemar mereka. Namun dengan berbagai pertimbangan, jadinya rencana itu gagal. "Lah, kalau dibagi siapa yang mau nalangin?" tukasnya sambil tertawa.

"Kita sebenarnya pingin banget untuk membaginya, tapi kayaknya nggak memungkinkan. Apalagi bentuknya perhiasan. Ya, jangan sampai karena dibagi-bagi malah dianggap barang ini nggak berharga. Namun, pilihan limited edition itu karena kalau terlalu banyak, kita dipikirnya jualan emas," imbuhnya. (kpl/ant/boo)

source : kapanlagi.com
READ MORE - Ganti Nama, Peterpan Berbagi Souvenir Emas

8/31/2009

GRATIS – FREE DOWNLOAD MP3 FULL ALBUM “GENDING BEJAD “


Salam Gerilya

  • Kami telah mengupload seluruh lagu ELEX YO BEN dalam album pertama GENDING BEJAD. Silahkan di download secara gratis di blog ini. Apa alasannya ? Bajakannya telah beredar dimana-mana (dalam versi mp3 maupun VCD albumnya), jadi daripada anda membayar untuk barang bajakan tersebut sebaiknya anda dapatkan gratis di blog resmi EYB ini.
  • Direncanakan pada pertengahan tahun ini EYB akan meluncurkan album kedua bertajuk “ANTOLOGI JIWA-JIWA.” Dalam album tersebut, EYB berjanji untuk menghadirkan karya yang bisa dipastikan beda dari album sebelumnya.
  • Etika Download Gratis Album Gending Bejad DISINI

Selamat mendownload mp.3 Album Gending Bejad (2007) berikut ini

sumber: http://elexyoben.wordpress.com

READ MORE - GRATIS – FREE DOWNLOAD MP3 FULL ALBUM “GENDING BEJAD “

ETIKA DOWNLOAD GRATIS ALBUM EYB


Untuk sedikit menghargai kerja keras, proses kreatif serta dana yang susah payah kami peroleh untuk diberikan secara gratis dalam materi mp3 album GENDING BEJAD, kami menghimbau untuk menggunakan etika kreatif sebagai berikut :
  • Jika mau koment isilah email anda dengan email asli atau email aktif anda.
  • Add lah YM kami untuk melakukan komunikasi dan menjalin pertemanan yang hangat dan akrab (dionys_dhewanindra@yahoo.com)
  • Jangan mengupload ulang materi lagu GENDING BEJAD dalam alamat/link lain,
  • Silahkan sebar luaskan album GENDING BEJAD seluas-luasnya tanpa batas (menginformasikan/memberitakan/mengkoleksi/mendownload gratis dari blog anda) dengan tetap menggunakan link asli hasil uploadan kami.
  • Grafik/jumlah pendownloadan sangat penting bagi kami untuk mengukur minat publik pada album EYB.
  • Usaha-usaha mereview karya-karya EYB di blog ini (pada bagian comment) atau di blog anda pribadi sangat kami anjurkan sebagai wacana.
  • Terima kasih karena selalu mensupport karya-karya musik tanah air.
READ MORE - ETIKA DOWNLOAD GRATIS ALBUM EYB

FREE DOWNLOAD ALBUM EYB “ANTOLOGI JIWA-JIWA” DEMO VERSION


KEMUNGKINAN COVER ALBUM ANTOLOGI JIWA-JIWA SEPERTI INI

Salam Kreatif ,
Menanggapi sejumlah email japri yang menagih rilisan album “ANTOLOGI JIWA-JIWA (AJJ)”, EYB (elexyoben) dengan ini menyatakan belum bisa melunasinya. Ada sedikit kendala dalam proses pasca produksi album kedua setelah GENDING BEJAD (2007) tersebut.

Untuk sedikit memenuhi nafsu kepenasaran, baru saja EYB mem-free download-kan empat materi AJJ dalam VERSI DEMO

Etika Download ada DISINI

Tentang EYB ada DISINI

Silahkan klik untuk download :

SHANG DEWA GOOGLE [DEMO VERSION]
SALVE REGINA [DEMO VERSION]
REVOLVERE – REVOLUSI PARA KERE [DEMO VERSION]
PULANG KEMBALI [DEMO VERSION]


sumber: http://elexyoben.wordpress.com

READ MORE - FREE DOWNLOAD ALBUM EYB “ANTOLOGI JIWA-JIWA” DEMO VERSION

LYRIC : LAGU SHANG DEWA GOGLE – EYB




















Growl :
Dewa Google 4 x

Tak sadarkah kamu
Kan lahirnya dewa baru
Yang bisa bantu temukan jawabanmu

Kini manusia sangat berharap padanya
Agar masalah tak jadi jalan buntu

Growl :
Dewa Google 4 x

Tanya ini Tanya itu
Dari filsafat sampe cara ingin wafat

Jarang sudah orang berdoa
Minta petunjuk, minta hidayah
Mister google telah beri jawabannya , oh my God

Ayo ber google 2x
Tak butuh mantra tak butuh doa
Ayo ber google 2x
Disana kau akan dapat jawabanmu

Speak :
A : Mas-mas, kalo mau ngegugurin kandungan dimana ya ?
B : Ooohh, kalo itu tanya sama mbah google aja….


sumber:http://elexyoben.wordpress.com

READ MORE - LYRIC : LAGU SHANG DEWA GOGLE – EYB

5/07/2009

Selesai Sudah Perjalanan Antar Region

Selesai sudah pencarian bibit-bibit berbakat di tiap region Indonesia lewat A Mild Live Wanted 2009. 12 band sudah berkumpul, dan siap diadu lagi bakatnya, musiknya serta aksi panggungnya di grand final A Mild Live Wanted 2009 yang diadakan di Eldorado Bandung, 30 Mei mendatang. Dewan juri bisa merehatkan diri sejenak, dan sekarang saatnya keduabelas band finalis lah yang harus lebih concern menghadapi grand final nantinya.

Dari keduabelas finalis tentu saja yang dicari hanya akan ada tiga pemenang utama, yaitu juara pertama, kedua, dan ketiga, dan ada juga juara favorit yang bisa Loe pilih sendiri di amild.com. Apa yang telah juri liat beberapa waktu kebelakang membuahkan catatan-catatan tersendiri tentunya. "Jujur saja kita semua punya pilihan masing-masing dalam menentukan juaranya, tapi itu hanya sebatas subyektifitas juri. Bukan berarti mutlak menang, kan yang kita nilai nanti di panggung, bukan kemaren-kemaren," kata Capung.

Keduabelas band tersebut adalah, Napoleon asal Pontianak, Coffee asal Samarinda, Cartoon dari Makassar, X-Po dari Ambon, Ardo and Delights dari Denpasar, Sinar asal Medan, Prasasti dari Pekanbaru, Inverno dari Palembang, MPV dari Jakarta, Supernova asal Purwokerto, Display asal Yogyakarta, dan terakhir The Essens dari Malang, yang akan menghabiskan sisa waktunya sekarang ini demi penampilan yang maksimal. Setelah terpilih, para finalis saat ini masih menjalani coaching dengan radio-radio setempat, demi mendapatkan bekal di industri musik.

Selanjutnya mereka semua akan dikirim ke Jakarta untuk rekaman. Di sini mereka akan ditentukan oleh pihak panitia akan mendapatkan mentor atau produser siapa dalam menggarap single-nya yang akan masuk dalam album kompilasi A Mild Live Wanted 2009. Tentu ada pertimbangan tersendiri, siapa yang akan mendapatkan produser mana, dan itu akan dipilih berdasarkan karakter bermusik tiap band. Tidak asal pilih, atau juga untung-untungan seperti lotere, melainkan dengan berbagai macam pertimbangan.

Belum lengkap kalau hanya sebatas rekaman saja pengalaman yang bisa diterima dari para finalis. Bila dibentuk secara musikalitas sudah bisa dianggap cukup, saatnya mengerti soal seluk-beluk industri secara mendalam lewat workshop yang diadakan di Jakarta pada tanggal 27-29 Mei mendatang. Di sini finalis akan dibukakan pikirannya oleh orang-orang yang memang kompeten di bidangnya, baik itu produser, pemerhati musik atau media, orang industri atau label, bahkan cerita-cerita atau pengalaman dari kedua juara sebelumnya.

Bekal-bekal tersebut bukan sekedar bekal untuk manggung di grand final. Jauh daripada itu, diharapkan petuah-petuah dan juga pengalaman yang telah dibagi bisa menjadi bekal band-band itu sendiri nantinya. Anggaplah lepas dari A Mild Live Wanted ini, mereka semua diharapkan bisa hidup mandiri, dengan cara yang benar. A Mild Live Wanted memberikan total experience kepada para finalis demi mendukung mimpi-mimpi para peserta sebagai musisi. (ip)
READ MORE - Selesai Sudah Perjalanan Antar Region

Jawa Timur Memunculkan Vokalis Perempuan


Akhirnya setelah melewati duabelas regional A Mild Live Wanted 2009, di kota Surabaya tim dewan juri yang terdiri dari Capung, Noey (Java Jive, Produser), Bhita Harwanti (I-Radio), dan Boy Gaok (Produser, Female Radio) menemukan band yang bervokalis perempuan dengan kualitas musik di atas rata-rata, Minggu (03/05). Final regional A Mild Live Wanted 2009 untuk Jawa bagian timur menghasilkan juara pertama The Essens dari Malang, juara kedua Taxi juga dari Malang, juara ketiga Ethic dari Surabaya dan juara favorit pilihan music maniacs, Angin dari Surabaya.

"Jujur saja, kita (dewan juri) sangat berharap mendapatkan band dengan vokalis perempuan yang benar-benar bagus, dan baru di sini kita menemukan The Essens. Kalau dibandingkan dengan band yang tampil hari ini The Essens sangat menonjol dari segi musik dan juga penguasaan panggung yang nge-blend antar personilnya," ungkap Capung. Ia juga menambahkan kalau bukan semata-mata membutuhkan band dengan vokalis perempuan demi menghiasi album kompilasi nantinya, melainkan menjadi sebuah pilihan yang salah sekali kalau band semacam The Essens tidak bisa lolos ke babak grand final di Bandung tanggal 30 Mei nanti.

"The Essens kalau kata saya sangat bisa bersaing dengan kesebelas band lainnya, dari segi lagu, musik, dan juga hiburan panggungnya," lanjut Capung. Seperti apa yang juga dikatakan oleh vokalis The Essens, Dita, soal keuntungan mereka menggunakan vokalis perempuan. "Kita mencoba menambahkan warna pelangi di musik Indonesia," katanya.

The Essens sendiri sangat tidak percaya nama mereka bakal disebut sebagai juara pertama, kalau kata mereka ada istilah "kalah cacak menang cacak," yang berarti kalah menang harus tetap dicoba. Dengan menerapkan istilah tersebut mereka malah bisa main tanpa beban apapun yang menghasilkan aksi panggung yang lepas dan bisa berbaur antar personilnya. "Menang kalah, kita harus coba. Kalau niat sih kita memang niat, karena Momo (guitarist) harus sengaja mengirimkan fax fotocopy KTP dari Lampung malam-malam cuma untuk daftar Wanted," kata Inuk (drummer).

Bicara soal kekuatan yang mereka miliki, tidak ada pilihan lain selain kekuatan batin yang memang dibangun antar personilnya. Bagi mereka dari situlah asalnya musik yang bisa dinikmati secara emosional, kesamaan visi dan isi kepala dalam menciptakan musik dan menjalankan hidup sebagai musisi. Seperti apa janji mereka, "kalaupun memang nanti harus berhenti kuliah demi musik, ya kita bakal ngejalanin itu," tutup Inuk. (ip)
READ MORE - Jawa Timur Memunculkan Vokalis Perempuan

Pop Ala Display Menuju Grand Final



2 May 2009 Dewan juri A Mild Live Wanted 2009 ragional Jawa Bagian Tengah hampir setuju dengan keputusan mereka memilih Display sebagai juaranya. Di mata Capung, Noey (producer, Java Jive), Boy Gaok (producer), dan Yanto Sutardji (Trinity Optima Production), Display bisa mewakilkan berbagai macam kriteria yang telah mereka tentukan. Hingga band terakhir tampil di panggung, rupanya tidak ada yang bisa menggeser pilihan juri yang hampir saklek tersebut. Selain Display, Rhen-sae mendapatkan juara kedua dan juga favorit, dan Sun Flower untuk juara ketiganya.

"Display bagus banget mainnya, lagunya juga komersil, dan skillnya juga di atas rata-rata, belum lagi gaya panggung yang terkesan kalem tapi itu malah kayak yang punya gaya sendiri," Capung beralasan. Bervokalis yang sekaligus memainkan gitar utama memang bukan sesuatu yang baru di Yogyakarta, ada beberapa band yang bermain dengan formasi tersebut. Masih menurut Capung, Display jauh lebih baik daripada band-band yang berformasi seperti itu.

Hal tersebut juga cukup diamini oleh Display. "Menurut kita yang berbeda adalah personilnya. Yudi main gitar sambil nyanyi itu adalah salah satu gaya yang beda sekarang ini," kata Azis (bassist). Benar juga apa yang dikatakannya, kebanyakan band yang ada sekarang ini sangat terpatok dengan formasi yang begitu-begitu saja, vokalis, dua guitarist, bassist, dan drummer, atau kalau kurang lengkap ditambah satu orang keyboardist.

Tidak secara frontal Display menggeser musik yang sedang diminati. Mereka punya cara sendiri dalam menyampaikan sisi popnya. "Kita memang musik yang dibawakan rada nge-rock, karena emang influence saya pribadi salah satunya adalah Metallica. Makany lirik yang saya buat harus terdengar mudah dimengerti, jelas, dan enak dinyanyikan. Itu adalah cara kita menunjukkan pop," kata Yudi (vokalis, gitaris).

Display bukanlah band baru yang masih bau kencur dalam pengalamannya di dunia musik, dan itu adalah pelajaran terbesar mereka bisa menjadi seperti sekarang. Beberapa lagu telah mereka coba jual secara swadaya, dan untuk lingkup lokal penjualannya diatas 50%. Itu adalah suatu bukti bahwa prestasi mereka diakui oleh music maniacs sekitar, bukan hanya cuap-cuap juri yang mengatakan kalau mereka bagus. (ip)
READ MORE - Pop Ala Display Menuju Grand Final

Cara Yogyakarta Menghibur Music Maniacs


2 May 2009 Yogyakarta menjadi salah satu kota yang menjadi sorotan sendiri di mata industri permusikan Indonesia. Bukan cuma Yogyakarta, kota-kota di sekitarnya, seperti Sragen, Solo, Semarang, dan Pekalongan terkena imbas dari perkembangan musik yang begitu rupa. Jawa bagian tengah punya wajah sendiri untuk musik mereka, dan coba ditunjukkan lewat perwakilannya yang tembus ke babak final A Mild Live Wanted 2009 regional Jawa Tengah di Stadion Kridosono, Sabtu (02/05).

Musik yang mendominasi panggung tidak monoton dengan alunan nada-nada pop atau rock yang biasa saja. Di sini mayoritas tidak biasa, pop yang coba ditunjukkan oleh para finalis bukanlah pop yang biasa kita lihat di layar televisi, tapi sedikit nyeleneh. Tidak ada salahnya perpaduan pop itu dicampur adukkan dengan gaya rock n roll, rock, elektronik, atau bahkan disko, karena tujuannya tetap sama, bisa dinikmati dengan mudah dan menghibur. Yah, Yogyakarta punya gaya sendiri soal urusan panggung.

Setelah minggu lalu di Bandung kita dipersilahkan menikmati indahnya vokal-vokal dominasi wanita, kali ini kita masih bisa sedikit menikmati itu. Selain itu, kita juga menemukan beberapa gaya yang hampir serupa, dengan vokalis merangkap sebagai gitaris inti. Soal memanjakan mata, atribut panggung yang dibawa finalis bisa menjadi gimmick yang rupawan dalam menyedot perhatian, salah satunya dengan kostum yang mencolok.

"Jujur saja kalau soal penampilan perempuan Bandung lebih bagus, tapi untuk penampilan lainnya seperti vokalis yang merangkap gitar, atau juga musik yang beda, dan hiburan panggung, belum ada yang mengalahkan Yogyakarta," kata Capung selaku ketua dewan juri A Mild Live Wanted 2009. Benar apa yang dikatakan Capung, Yogyakarta punya segudang cara dalam memanjakan music maniacs yang hadir.

Tidak salah juga kalau Capung mengatakan kalau Yogyakarta itu adalah salah satu barometer musik di Indonesia. Banyak musik baru yang berkembang di Yogyakarta yang tidak bisa dipandang sebelah mata. "Bandung dan Jakarta memang kadang dilihat orang sebagai salah satu acuannya. Tapi jangan salah, Yogyakarta baik scene indie maupun mayor-nya punya kekuatan lain, yang kalau kita sandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia tidak kalah menarik, karena mereka punya gaya sendiri," tutup Capung. (ip)
READ MORE - Cara Yogyakarta Menghibur Music Maniacs

Tertunda Demi Kesempurnaan


Menjadi juara pertama A Mild Live Wanted menghasilkan sebuah beban tersendiri bagi Magneto. Band asal Makassar yang dikomandoi oleh Andika (Vokal), Robby (gitar), Richard (drum), Uming (Bass), dan Emir (keyboard), harus bekerja keras menghasilkan sebuah karya yang mempunyai potensi di atas rata-rata. Itulah yang terjadi belakangan ini, dan menjadi alasan penting mengapa mereka baru akan merilis album perdananya yang bertajuk Meraih Angan dengan Cinta pada tanggal 20 Mei mendatang.

"Yah kita harus serius menggarap album itu, dan kang Capung dan Kang Noey (producer) juga mengharapkan kita bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Kalau emang harus sedikit molor tapi bisa menghasilkan sesuatu yang sesuai harapan kita semua kenapa nggak dilakuin saja," ungkap Uming sebelum mereka tampil di final regional A Mild Live Wanted 2009 di Jakarta beberapa waktu silam. Melalui panggung itu jugalah Magneto menunjukkan taring mereka sebagai sebuah band yang matang di atas panggung dan juga mempunyai materi yang nggak kalah menariknya.

Soal musik, Magneto masih belum bisa memutuskan di genre mana mereka berdiri. "Kita masih mainin musik dari pop sampe rock, tapi dengan membawa karakter kita tentunya," ungkap Andika. Karakter yang mereka sebut di sini adalah karakter vokal rada serak, berat, melayu yang dimiliki Andika yang mencoba dileburkan dengan musik yand dibawakan Magneto.

Prospek jangka panjang Magneto tentu akan selalu dibandingkan dengan pendahulunya, d'Masiv. Bagi mereka itu menjadi beban yang tidak perlu dibesar-besarkan juga, karena pada dasarnya mereka hanya menginginkan sesuatu yang pantas atau layak untuk bisa dinikmati masyarakat Indonesia secara luas. "Pada dasarnya kita percaya oleh siapa kita diasuh, tinggal gimana kita bisa memberikan sesuatu yang terbaik buat mereka," tutup Uming. (ip)
READ MORE - Tertunda Demi Kesempurnaan

Supernova Lebih dari Matang


Dewan juri regional dibuat pusing oleh penampilan-penampilan para finalis A Mild Live Wanted 2009 regional Jawa bagian Barat. Butuh waktu yang cukup panjang untuk akhirnya bisa menyimpulkan kalau Supernova asal Purwokerto sebagai juara pertama, Orenz juara kedua dan Jessy and The Music Factory sebagai juara ketiga, dan Payungi berhasil merebut perhatian music maniacs sehingga mendapatkan jatah juara favorit. Pertimbangan demi pertimbangan dari aksi panggung para finalis tak lupuk satu titik pun di mata dewan juri agar puas dengan keputusannya malam ini, Minggu (26/04).

"Orenz itu dari segi musik dan band secara utuh sudah bisa dikatakan matang," kata Capung di sela-sela perdebatan antara Noey (Java Jive), Anton Wahyudi (Motion Radio), dan Bhita Harwanti (I-Radio). Yang lain pun setuju dengan pendapat Capung, tapi tetap saja masih ada langit di atas langit. "Memang Orenz itu matang, tapi Supernova sudah sangat matang, lebih dari matang," Noey berpendapat.

Penampilan Supernova malam itu bisa dibilang jauh dari kata mengecewakan. Musik yang agak nge-rock justru mampu menciptakan atmosfer baru di antara finalis yang sibuk menonjolkan sisi ke-pop-an mereka. "Ini (musik rock) yang bikin mereka berbeda. Kalau pilihan kita bukan mereka berarti kita nggak cari sesuatu yang berbeda," lanjut Noey, yang diikuti anggukan setuju dari Not, sapaan untuk Anton. Noey dan Anton adalah dua juri yang cukup ngotot memilih Supernova karena karakter vokal yang memang unik ditambah musik yang bagi mereka sangat prima disatukan dengan karakter vokal yang dimiliki.

Supernova sendiri sangat tidak bisa memprediksi kalau mereka bakalan tembus ke grand final, karena memang nothing to lose dalam mengikuti A Mild Live Wanted. "Kita udah selama tiga tahun ikut ajang ini, yah kalau emang kalah kita sudah pernah ngerasainnya, nah ini jadi juara pertama. Benar-benar nggak kebayang," kata Angga sang vokalis. Saking kagetnya, sampai-sampai mereka tidak kepikiran untuk menggunakan secara bijak hadiah yang mereka terima.

Terlepas dari keterkejutan itu, Angga juga bisa mengakui kalau musik yang mereka sebut sebagai pop alternative-nya itu punya ciri khas tersendiri. "Musik kita ini adalah penggabungan dari beberapa idealisme dan juga influens tiap personil yang berbeda-beda. Hasilnya seperti ini, dan katanya juga karakter vokal saya punya sangat cocok dengan musik yang kita bawakan," lanjutnya.

Komitmennya di dunia musik mereka coba tunjukan lewat eksistensinya di ajang pencarian band berbakat di tanah air ini. Tidak ada kata menyerah, dan tetap keras kepala dengan musik yang mereka usung. Tidak ada perubahan yang begitu signifikan bila ditilik lewat musik yang dibawakan, hanya beberapa bagian saja yang katanya diberikan sentuhan lain demi memolesnya menjadi lebih bersahabat di telinga masyarakat. Itu namanya proses belajar, dan proses ini jelas menuju ke arah yang lebih baik. (ip)
READ MORE - Supernova Lebih dari Matang

Gudangnya Band Perempuan


Gudangnya Band Perempuan

Jawa Barat selalu menyisakan sebuah cerita untuk perjalanan ajang A Mild Live Wanted 2009. Suatu yang paling mudah diingat salah satunya adalah region di Indonesia yang paling banyak personil perempuannya dibandingkan dengan regional lainnya. GOR C-Tra Arena Bandung pada hari Minggu (26/04), serasa menjadi harinya laki-laki untuk cuci mata.

"Ini menjadi sebuah fenomena tersendiri untuk region Jawa Barat, dan musik Indonesia pada umumnya. Rupanya sekarang perempuan mulai mendominasi perkembangan musik di sini (Jawa Barat), dan kita nggak bisa menutup mata soal itu," kata Capung. Ia juga cukup terkesan dengan beberapa penampilan dari band-band yang dikomandoi perempuan. Jessy and The Music Factory adalah salah satu band yang berhasil jebol sebagai juara, walaupun harus puas dengan juara ketiga.

Dari 24 finalis yang tampil hari ini, sembilan band menyelipkan perosonil perempuan di dalamnya. Kecuali Samantha, yang kelimanya diisi oleh personil perempuan, bahkan additional gitarnya juga perempuan. Ini menunjukkan bahwa mereka menjoba berdiri sejajar dengan mayoritas band yang diisi oleh laki-laki. Dan sore ini, walaupun tidak bisa meraih juara apapun, Samantha dan band-band lainnya mampu memberikan hiburan yang maksimal di atas panggung, mulai dari atraksi panggung dan juga kualitas musik yang mumpuni.

Samantha, Trivia, Better Day, Pop Corn, Canvas, Jessy and The Music Factory, Parfume, Poster, dan Smile, menjadi band yang mewakilkan perempuan untuk bisa disamakan dengan laki-laki. Tahun ini baru Jawa Barat yang bisa menghasilkan cerita tersebut, mungkin saja melihat fenomena ini, tahun depan band-band macam itu mulai menggeser eksistensi band yang melulu isinya laki-laki. (ip)
READ MORE - Gudangnya Band Perempuan

Jakarta Pun Harus Mengalah




26 Apr 2009
Kali ini Jakarta harus mengalah dari kota Tangerang untuk perolehan juara pertama A Mild Live Wanted 2009 regional Jabotabek. MPV berhasil meyakinkan pendapat dewan juri regional untuk menggondol uang sebesar Rp.10.000.000, mengungguli Lunar dan Bean yang harus puas meraih juara kedua dan ketiga. Alinea menjadi pilihan penonton dan berhasil mendapatkan gelar juara favorit di final yang diadakan di Hall A Basketball Senayan Jakarta, Sabtu (25/04).

"Nggak bisa dipungkiri, penampilan MPV tadi itu bagus banget. Secara musikalitas dan juga atraksi panggung, yang bagi saya sudah sangat layak sebagai musisi yang mapan," kata Capung menanggapi soal pilihannya pada MPV. Tidak begitu sulit sebenarnya tim dewan juri yang terdiri dari Capung, Noey (Java Jive, Produser), Anton Wahyudi (Motion Radio), dan Bhita Harwanti (I-Radio) dalam menentukan MPV sebagai juara pertama. Tidak ada yang keberatan, dan semua setuju sekali kalau sekaran MPV pantas mendapat tiket ke grand final di Bandung tanggal 30 Mei nanti.

MPV sudah melakukan trial and error dalam mengikuti ajang pencarian band berbakat ini. Tahun lalu mereka harus dipaksa puas dengan juara kedua, kali ini mereka sangat tidak yakin, bahkan tidak percaya diri sama sekali akan mendapatkan juara apapun. Dan dari perkataan ketua juri tahun lalu, Khrisna Sadrach, bahwa musik mereka "kampungan"-lah yang mampu mengubah nasibnya tadi malam.

"Sekarang musik kita lebih ke arah Brit Pop, tidak seperti tahun lalu yang lebih menonjolkan musik rock-nya. Selain itu juga karakter vokal yang baru (M. Ryza) ini kayaknya malah bikin musik kita lebih oke," ungkap Dimas (bassist) mewakilkan teman-temannya. Mereka mengakui musik yang diusungnya kali ini sedikit banyak mencontoh band-band besar. "Bukan berarti plagiat, tapi kepada inspirasi saja," lanjutnya.

Pelajaran yang MPV terima bukan hanya sekedar dari masukan produser ternama, maupun menerapkan lagu-lagu yang menginspirasi, melainkan mereka tidak segan-segan untuk menghabiskan waktunya bertanya kepada label-label besar. "Kita banyak nanya ke label-label soal musik yang kayak gimana sih yang sebenernya pantas untuk dijual," kata Angieta (drummer), satu-satunya personil perempuan.

Karakter vokal yang "sengau," berbau ke-Jepang-Jepang-an ditambah beat drum yang tidak biasa menghasilkan sebuah musik yang terkesan berbeda, tanpa mengurangi sedikitpun nilai jual. Anggaplah itu sebagai sebuah hasil pembelajaran mereka demi mencapai tujuan bersama, yaitu identitas di mata publik sebagai musisi yang bukan berkedok sebagai selebritas saja. (ip)
READ MORE - Jakarta Pun Harus Mengalah

4/24/2009

Finalis Regional Jawa Tengah

Berikut ini adalah nama-nama band yang lolos seleksi CD A Mild Live Wanted 2009 untuk regional Jawa bagian tengah:

Yogyakarta
IDENTITY
RHEN-SAE
MG42
PIAGIO
NAMAKU (udimumu)
CLEO BAND
THE SUPER MARIO BROSS
INCREDIBLE
DISPLAY
CASTLE

Semarang
LUNA
SKY LINER
DFAME
CLICK
THANKS FOR NINA

Pekalongan
ROVER
TODAY
IDEALL
ROLLER COASTER
A DISTROY

Solo
VIVO
CASH BACK
SUNFLOWER
THE PRESIDENT

Nama-nama band loe udah terpilih. Tim juri seleksi CD mempercayakan lagu-lagu loe semua pantas untuk dibawain di atas panggung final regional, dan dinilai sama tim juri Nasional. Selamat!
READ MORE - Finalis Regional Jawa Tengah

Jawa Barat Siap Memilih Perwakilan

Buat loe yang tinggal di Jawa Barat, baca baik-baik artikel ini. Siapa tahu nama band loe ada di antara nama-nama di bawah:


Bandung, Purwakarta & Cianjur
PLAT-D
JESSY AND THE MUSIC FACTORY
MAIN BAND
AKAGI
ORENZ
SAMANTHA
VENUE
TRIVIA
POSTER (IRWAN)
CANVAS
TIERRA
DEMETRI
LOVISIA
PARFUME
BETTER DAY

Sukabumi
THE SUN
POPCORN
SMILE

Cirebon
JONES
KANVAS

Tasikmalaya & Purwokerto
MONDAY'S BLUE
SUPERNOVA
QEJU
PAYUNGI

Selamat ya! Jangan lupa persiapkan aksi loe yang paling gokil buat di final regional ini. Sampai jumpa di Bandung!
READ MORE - Jawa Barat Siap Memilih Perwakilan

4/14/2009

Finalis Regional Jabotabek

Berikut ini adalah nama-nama band yang akan tampil di final regional JABOTABEK A Mild Live Wanted 2009, yang akan dilaksanakan di Hall A Basketball Senayan Jakarta:

Bogor
START
SIRINE
DJUARA

Jakarta
VICTORIA
AVENUE
Q-NINE
SELTIC
D'RUSH
BEAN
QUEEN ZELLA
FORTUNA
NAMMA (VOC. NUJIE)
ALINEA
FABIO
SEVEN DAY

Bekasi
ANGIN
NOT
SUNKISS
LUNAR BAND
PAMAN SAM

Tangerang
MPV BAND
MUTHA
NYAMUK BESI
DJAWA

Selamat! Dan ingat, perjuangan baru dimulai, jadi siapin mental dan aksi loe yang paling keren buat bikin juri kepincut sama band loe!
READ MORE - Finalis Regional Jabotabek

4/13/2009

A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Selatan

Daftar Band lolos seleksi Regional Jambi, Lampung dan Palembang


• Pastel
• Padmasana
• Plus 62
• D' Apple
• Jacket
• Neimo
• Mineral's
• Velg
• Raina
• Olife
• Flatter
• S Tereo 31
• The Ring
• AM Band
• D' Apple
• Tanya
• Aliaz
• O'Ring
• De' Sun
• Replay
• Cupid
• Heroes
• Blue Safir
• Inverno
READ MORE - A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Selatan

A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Tengah


Daftar Band lolos seleksi Regional Pekan Baru, Padang, Batam dan Bukit Tinggi

• D' Free
• Prasasti
• Felucca
• Kape 329
• D n' A
• Sastra
• Dluna
• P Band
• Nomaden
• Modus
• Simple
• Blue Pena
• The String
• Six- Felice
• Moring Sound
• Shiro
• Miru
• D'Real
• Kamus 369
• Astro Boy
• Cress
• Ziva
• 5 Blitz
• Izi Spectrum
READ MORE - A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Tengah

Finalis Regional Sumatera Bagian Selatan














Selamat datang di final regional Sumatera bagian Selatan A Mild Live Wanted 2009. Buat nama band yang ditulis di bawah ini berhak tampil di final nantinya, setelah berhasil lolos di tahap seleksi CD.

Jambi
PASTEL
PADMASANA
PLUS 62
D' APPLE
JACKET
NEIMO

Lampung
MINERAL'S
VELG
RAINA
OLIFE
FLATTER
S TEREO 31
THE RING
AM BAND
D' APPLE
TANYA
ALIAZ
O'RING

Palembang
DE' SUN
REPLAY
CUPID
HEROES
BLUE SAFIR
INVERNO

Selamat buat kalian semua. Saatnya berlatih, dan persiapkan mental untuk beraksi di depan dewan juri!
READ MORE - Finalis Regional Sumatera Bagian Selatan

A Mild Live Wanted 2009-Ragam Hiburan Griya Dome

Sumatera bagian utara, khususnya Medan, adalah salah satu daerah di Indonesia yang patut diperhitungkan perkembangan musiknya. Banyak yang mengatakan kalau Medan itu lebih condong kearah rock genre musiknya, atau lebih keras satu tingkat dibanding kota lain di Indonesia, tapi bukan berarti Medan dan sekitarnya tidak bisa menembus batas komersil musik dalam lingkup industri. Buktinya, 24 finalis A Mild Live Wanted 2009 untuk regional Sumatera bagian utara, yang mayoritas membawakan musik up tempo, masih bisa mempertahankan harmonisasinya untuk tetep enak didengar.

Dari sekian banyak personil band yang ada, hanya terlihat satu perempuan sore itu, Minggu (12/04), di Griya Dome, Medan. Ini seperti pernyataan "ladies first," perempuan duluan, dan Qubuz membuka final untuk regional keenam tersebut. Berturut-turut band yang tampil adalah Lights to Follow, Rosemary, Sagitarius, Equal, Lensa, Infest, Alphabet, Britoters, Wake up, Vegasuz, dan Casper untuk sesi pertama. Perlu diakui, untuk sesi pertama ini band-band yang tampil kurang bisa memberikan greget. Semua bermain aman, walaupun membawakan lagu yang sedikit "ngebut" malah membuat terasa canggung.

Sesi kedua dimulai setelah jeda break dan penampilan bintang tamu, Hello. Suasana sepetinya sudah mulai membuat penonton semakin tertarik. Dimulai dari The Monique, Fix, Sinar, Coconut Head, Cool Valey, Syntax, Capetown, Runthink, CB4, Varpa, Lineout dan terakhir Website, bisa memberikan suasana baru di atas panggung.

Coconut Head yang membawakan lagu-lagu reggae, bisa menebarkan suasana Jamaika lewat musik yang mereka bawakan. Keunikannya juga mereka bermain total dengan dukungan perkusi sebagai pelengkap irama. Band asal Aceh juga ada yang sedikit melenceng dari jalur yang biasa saja. Lineout, yang semua anggotanya laki-laki, naik panggung menggunakan pakaian wanita. Bukan sekedar lucu-lucuan, lagu yang mereka bawakan seperti ke-Jepang-Jepang-an rupanya mampu ditonjolkan lewat kostum macam itu.

Semua siap untuk abis-abisan demi memenangkan ajang ini. Semua bermain total demi bisa merekam lagunya di bawah label ternama. Semua membuktikan bahwa musik yang mereka bawakan bisa menghibur. Tapi tidak semua yang bisa dikirim ke grand final di Bandung, dan yang terpilih sudha pasti memenuhi syarat-syarat sebagai band yang keren. (ip)


sumber; http://amild.com/amlw2009
READ MORE - A Mild Live Wanted 2009-Ragam Hiburan Griya Dome

4/12/2009

Region Enam Mempunyai Sinar


Sinar, asal Medan, menjadi satu-satunya band yang bisa meraih dua juara dalam satu malam. Juri menobatkan Sinar sebagai juara pertama, dilanjutkan dengan Capetown dari Aceh, dan Coconut Head asal Medan untuk juara kedua dan ketiga, dan sebagian besar penonton memilih Sinar sebagai juara favoritnya. Setelah penantian panjang selama tiga tahun, akhirnya kali ini Sinar pun bisa berpijar di A Mild Live Wanted 2009, Minggu (12/04).

Tim juri yang terdiri dari Noey dan Capung (Java Jive, Musica Production), Anton Wahyudi (Motion Radio), dan Bhita Harwanti (I-Radio), cukup kebingungan dalam memilih siapa juaranya kali ini. 24 band yang menjadi finalis regional Sumatra bagian Utara secara musikalitas setara, di atas standar kriteria yang ada, kecuali kualitas vokal yang menurut mereka di region ini masih kurang begitu memuaskan. Sinar menjadi salah satu band yang cukup baik soal vokal, apalagi dari segi musiknya.

"Memang sebagian besar kualitas atau karakter vokal dari para finalis kali ini kurang, tapi Sinar berada di garis aman vokalnya. Tapi yang dilihat di sini bukan cuma vokal, tapi aksi panggung, lagunya, interaksi serta bagaimana cara mereka memberikan hiburan bagi penonton yang hadir. Di situlah nilai terbesarnya," aku Noey.

Masih bahasan soal vokal, Sinar sebenarnya sudah habis-habisan membawa karakter baru dalam vokalnya kali ini. Mungkin itu juga yang menjadi perhatian juri. "Tahun lalu mas Khrisna (ketua juri nasional A Mild Live Wanted 2008) bilang kalau vokal saya kayak Padi, makanya tahun ini saya berusaha keras untuk mengubahnya, belajar lewat referensi musik-musik bule (luar negeri -red)," kata Heru, vokalis.

Berbagai macam musik ia coba dengarkan, seperti Keane, Oasis dan band-band asal Inggris lainnya, agar bisa menemukan bentuk baru dari suaranya. Nyatanya hingga saat ini cukup berhasil, walaupun ia juga mengakui akan selalu memperbaiki kualitas vokalnya.

Selain soal vokal, Sinar cukup peduli soal penampilan. Sebagian hadiahnya akan mereka alokasikan untuk kebutuhan kostum, dan 10 persennya disumbangkan kepada pihak yang kurang mampu. Bagi mereka harus lagu dan kostum yang dikenakan harus berkesinambungan. Demi menebus cita-citanya supaya "beken," image sangatlah penting, dan penampilan adalah salah satu penunjang image yang tidak bisa di nomor duakan.

sumber: http://amild.com/amlw2009
READ MORE - Region Enam Mempunyai Sinar

Ardo and Delights Wakili Bali dan Nusa Tenggara di Bandung




Bali dan Nusa Tenggara akhirnya memiliki wakil juga di perhelatan final nasional ajang A Mild Live Wanted 2009, yang akan di langsungkan di kota kembang, Bandung. Setelah melalui pertarungan yang cukup berimbang, band asal kota Denpasar, Ardo and Delights, berhasil keluar menjadi juara di final regional Bali dan Nusa Tenggara, mengalahkan 23 finalis lainnya. Bila Ardo and Delights berhasil menjadi juara pertama, band asal Denpasar juga, The Day After The Rain, berhasil menduduki posisi kedua, sedangkan Goerge Karma ada di posisi ketiga, juara favorit pilihan pengunjung, jatuh kepada band Nero, yang juga berasal dari Denpasar.

Ardo and Delights memang pantas menjadi juara A Mild Live Wanted 2009, final regional Bali dan Nusa Tenggara, dengan musik yang mereka sebut "smart pop", keempat pemuda ini berhasil meyakinkan dewan juri dan menarik simpati penonton yang datang ke halaman TVRI Denpasar sore itu. Dengan setelan seragam menggunakan kemeja putih dipadu vest hitam, Ardo and Delights juga tampil cukup impresif diatas panggung. Musik pop dengan sentuhan jazz yang ringan, membuat lagu yang dibawakan Ardo and Delights cukup catchy dan mudah dicerna kuping.

Band yang berpersonilkan Ardo (vokal, keyboard, gitar), Bozez (Keyboard, Saxophone), Donny (Bas) dan Mike (drum) ini sebenarnya baru berdiri pada tahun 2009 ini. Ardo, yang menjadi "otak" dari band ini, sebelumnya telah memiliki demo lagu-lagu yang tidak terpakai. Setelah mengetahui ada ajang A Mild Live Wanted 2009, "We Spot Your Talent' ini, barulah Ardo mengumpulkan teman-temannya untuk membuat sebuah band. Sampai akhirnya bisa menjadi juara regional Bali da Nusa Tenggara, Ardo mengaku sangat senang dan tidak menyangka sama sekali.

Untuk warna musik, Ardo and Delights banyak terpengaruh oleh musisi-musisi macam Tahiti 80, Jason Mraz dan band lokal, Maliq and D'essentials. Dengan influence band-band tadi, tidak heran bila output musik Ardo menjadi sangat ringan, jazzy dan enak didengar. Mereka juga optimis bahwa dengan genre musik yang mereka bawakan, mereka akan sukses menjurai final nasional ajang A Mild Live Wanted 2009, yang akan dilaksanakan di Bandung, tanggal 30 mei 2009 mendatang. Bahkan dengan nada optimis, Ardo mengatakan akan lebih sukses dari D'Masiv bila akhirnya mereka keluar sebagai juara nasional. Well, patut ditunggu langkah Ardo and Delights selanjutnya di ajang A Mild Live Wanted 2009, "We Spot Your Talent".(IYE)

sumber:http://amild.com/amlw2009
READ MORE - Ardo and Delights Wakili Bali dan Nusa Tenggara di Bandung

d'Masiv Sebagai Inspirasi

Dua tahun lalu d'Masiv hanya menjadi band yang tidak perlu diperhitungkan kemampuannya menyihir telinga pendengar. Sekarang, siapapun merasa perlu mendengarnya, bahkan tidak jarang yang menganggap mereka sebagai salah satu sumber inspirasi, idola, dan lebih hebatnya lagi menganggap mereka sebagai salah satu bentuk produk komersil layak jual. Semua tergila-gila, dan semua mencoba menjadikan patokan d'Masiv sebagai band kompeten.

A Mild Live Wanted 2007 menjadi saksi sejarah membengkaknya nama Massive (nama lamanya d'Masiv -red). Seperti nama yang digunakannya saat itu, waktu sepertinya setuju dengan niat kelima pemuda asal Jakarta ini sebagai musisi yang terus menanjak posisinya sebagai band tersohor di Indonesia. d'Masiv sekarang sedang mengumpulkan pundi-pundi emas hasil jerih payahnya selama ini. Popularitas, uang sudah di tangan.

Lebih dari 50% band yang masuk sebagai finalis regional A Mild Live Wanted 2009 berkaca pada d'Masiv. Tidak jarang dari mereka dengan sengaja menulis d'Masiv sebagai salah satu band idola, inspirasi mengapa mereka memilih mengikuti ajang pencarian band berbakat ini. Cartoon, juara 1 regional Sulawesi dan beberapa band asal Papua Ambon dengan gamblang ingin mengikuti jalan yang ditempuh d'Masiv dalam menggapai mimpinya sebagai musisi di Indonesia.

"d'Masiv adalah contoh yang bisa diikuti, dan kita ingin seperti itu," kata beberapa band yang mengaku mengidolakan d'Masiv. Mereka setuju cara yang dipakai d'Masiv waktu itu adalah benar, dan sekarang mereka juga dengan sengaja ingin mencoba peruntungan seperti itu.

Sekedar mengidolakan tentu tidak menjadi masalah, tetapi kalau sampai sedikit menyerempet cara membawakan musik ala d'Masiv sepertinya kurang ditolerir tim juri. "Kayanya sekarang banyak yang mengarahkan musiknya kaya d'Masiv," kata Capung di tengah-tengah perdebatan dengan para juri beberapa waktu yang lalu. Dewan juri mengatakan kalau pada akhirnya banyak band yang mengkotakkan pendapatnya bahwa juara A Mild Live Wanted itu seperti d'Masiv.

Yah, semua boleh mencoba dengan caranya sendiri. Karakter tiap band harus tetap dipertahankan, bagaimanapun cintanya pada idola. Idola hanya menjadi inspirasi, bukan sesuatu yang wajib diikuti, karena pada dasarnya penilaian yang terbesar adalah sebuah karakter musik yang baru, yang masih belum ada, yang punya masa depan lah yang pantas untuk menjadi juara. d'Masiv memberi contoh seperti itu dua tahun lalu. (ip)

sumber : http://amild.com/amlw2009
READ MORE - d'Masiv Sebagai Inspirasi

Pencarian Bakat di Pulau Dewata

Rangkaian ajang pencarian band-band baru berbakat, A Mild Live Wanted 2009, kembali digelar pekan ini. kali ini giliran pulau Dewata, Bali, yang akan digali potensi -potensi band lokalnya. Bukan hanya wilayah Bali, gelaran yang akan diselenggarakan besok (11/4) di halaman TVRI Denpasar ini, akan mempertemukan band-band dari regional Nusa Tenggara juga. Ini menjadi kali pertama Bali menggelar seleksi regionalnya sendiri, karena tahun lalu, band-band asal Bali masih tergabung dalam wilayah regional Nusa Tenggara. Siang tadi, peresmian acara ditandai dengan gelaran press conferece untuk media lokal yang diadakan di Hotel Inna Grand Bali Beach, yang dihadiri oleh Hary "Capunk Java Jive" Cahyo Purnomo selaku perwakilan dewan juri dan Wahyu Adi W, selaku Area Marketing Manager PT HM Sampoerna.

Masuknya regional Bali memang tidak mengherankan, karena selain terkenal akan objek wisatanya, Bali dalam kurun beberapa tahun terakhir, telah menjadi salah satu daerah yang cukup produktif menghasilkan musisi-musisi berbakat. Serunya, musisi-musisi Bali juga terkenal dengan eksplorasi musiknya yang tidak terbatas, mereka umumnya enggan membwakan warna musik mainstream yang umum dibawakan band-band lokal lainnya. Sebut saja beberapa yang terkenal Superman Is Dead, The Hydrant dan Suicidal Sinatra, mereka tidak populer karena membawakan musik pop melayu, melainkan musik keras seperti punk rock dan glam rock. Dalam ajang A Mild Live Wanted 2009 "We Spot Your Talent" regional Bali dan Nusa Tenggara ini, diharapkan akan muncul satu band unik yang bisa menambah perbendaharaan musik tanah air.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, total telah terkumpul 200 demo CD yang telah diterima oleh dewan juri baik melalui drop box maupun yang dikirim via PO BOX, yang tersedia di wilayah Bali, Kupang dan Mataram. Dari sekitar 200 demo CD yang datang, akhirnya terpilih 24 band finalis yang akan bersaing untuk menjadi wakil regional Bali dan Nusa Tenggara. Band-band yang terpilih adalah Nero, Antz, X.B.M, Ardo & Delight, Angel's Tip, Embooen, Gecko, Day After The rain, The Frame, George Karma, The Journey, De"Afteroon, Andrea, Phantom dan Waqtu yang mewakili Denpasar, sementara itu, Universal, Ex Power dan The Void akan mewakili kota kupang, sedangkan Sepertiga, No Comment, Orange, Pangeran, Numerique dan 3x4 mewakili kota Mataram.

Penentuan juara di regional-regional sebelumnya diakui dewan juri, yang dipimpin oleh Capunk "Java Jive", tidak pernah mudah, karena band-band yang terpilih pastinya telah memenuhi kualitas standar lagu yang ditentukan. Pastinya, pertarungan band-band berbakat di A Mild Live Wanted 2009 regional Bali dan Nusa Tenggara ini diprediksi akan sangat sengit. Saat tim amild.com melihat persiapan terakhir para finalis regional Bali dan Nusa Tenggara tadi sore, terlihat kesiapan dan rasa percaya tinggi yang besar terasa dari wajah para personil band-band finalis. Kita tunggu saja siapakah band yang nantinya akan keluar sebagai juara dan berhak mewakili regional Bali dan Nusa Tenggara di gelaran puncak. Penasaran? makanya ikuti terus perkembangannya di Amild.com.(IYE)

sumber : http://amild.com/amlw2009
READ MORE - Pencarian Bakat di Pulau Dewata

4/03/2009

Finalis A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Bagian Utara










3 Apr 2009
Berikut ini adalah band-band yang bakal beraksi di pentas final regional Sumatra bagian Utara A Mild Live Wanted 2009:

FIX
EQUAL
LENSA
ALPHABET
LIGHTS TO FOLLOW
INFEST
SYNTAX
WEBSITE
ROSEMARY
RUNTHINK
THE MONIQUE
VEGAZUS
CB4
COCONUT HEAD
SINAR
CAPETOWN
BRITOTERS
CASPER
LINE OUT
QUBUS
VERPA BAND
COOL VALLEY
SAGITARIUS BAND
WAKE UP BAND

Buat yang namanya tercantum di atas, saatnya kalian menyiapkan mental, lagu dan aksi loe yang paling maksimal. Ini baru awal, dan saatnya tampil habis-habisan di depan dewan juri di Medan nanti. Selamat!
READ MORE - Finalis A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Bagian Utara

Finalis A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Bagian Tengah










Berikut ini adalah band-band yang bakal beraksi di pentas final regional Sumatra bagian tengah A Mild Live Wanted 2009:

Pekanbaru
Prasasti
D' Free
Felucca
Kape 329
D n' A
Sastra
Dluna
P Band

Padang
Nomaden
Modus
Simple
Blue Pena
The String
Six- Felice
Moring Sound

Batam
Shiro
Miru
D'Real
Kamus 369

Bukit Tinggi
Astro Boy
Cress
Ziva
5 Blitz
Izi Spectrum


Buat yang namanya tercantum di atas, saatnya kalian menyiapkan mental, lagu dan aksi loe yang paling maksimal. Ini baru awal, dan saatnya tampil habis-habisan di depan dewan juri regional Pekanbaru A Mild Live Wanted 2009. Selamat!

READ MORE - Finalis A Mild Live Wanted 2009 Regional Sumatra Bagian Tengah

Download Form Members SOBATINDIES

Search Result

zamzam's Fan Box

zamzam on Facebook
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape