Soal Malaysia, Guruh Harapkan Indonesia Belajar

Ribut-ribut soal Malaysia yang 'merebut' kebudayaan kita, ditanggapi dengan tenang oleh Guruh Soekarno Putra  Seniman kondang tanah air ini berharap Indonesia lebih mencintai budaya sendiri agar tidak selalu kebakaran jenggot. Dia mencontohkan Jepang dan India, yang mencintai budayanya.
Dengan klaim kebudayaan dari negara lain, Guruh berpendapat bahwa seharusnya kita lebih bangga pada kebudayaan sendiri. Selain itu kita juga harus lebih arif menyikapi hal ini.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
"Kita harus bangga bahwa kebudayaan kita bisa memberi kontribusi pada peradaban dunia. Contoh kuliner, musik, olahraga. Indonesia banyak yang tidak arif ya, karena yang mereka lakukan itu di negaranya emang ada, kayak barongan, kalau di kita reog. Begitu pula lagu Rasa Sayange. Mau makanan Padang datang aja ke Malaysia, ada," terang putra presiden pertama RI ini saat ditemui di Jl. Mampang Prapatan X no.99, Sabtu (5/9).
Soal hak paten dari budaya kita, Guruh memberi contoh Jepang dan India, yang tak perlu repot-repot melakukan klaim. Baginya, daripada ribut-ribut lebih baik sekarang mengambil pelajarannya. "Kalau mau dipatenkan kita contoh seperti di negara Jepang, apakah Jepang mematenkan kimono, karate? Kan tidak. India juga tidak mematenkan kain sari. Kita kebakaran jenggot karena ulah kita sendiri. Makanya kita harus belajar," terangnya.

0 comments